Bogor Membutuhkan 200 Tenaga Kesehatan Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Ramadhan
Ilustrasi (Foto: pixabay)

bogor.iNews.id - Dedie A. Rachim, Wakil Walikota Bogor, mengungkapkan, selain masalah oksigen yang dihadapi, masalah tenaga kesehatan juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor.

Saat ini tenaga kesehatan yang ada di Kota bogor belum memadai untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Jadi saat ini yang kita hadapi bukan hanya masalah oksigen, tapi juga masalah nakes. Ini tantangan kita bagaimana kita bisa mendapat nakes," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Senin (5/7/2021).

Dedie menegaskan, saat ini kelengkapan peralatan nakes sudah memadai. Menurut Dedie, para nakes yang ada saat ini terbagi-bagi tugas.

"Sekarang SDM-nya langka karena kebutuhan - kebutuhannya dimana - mana. Antara lain ada yang menjadi swaber, vaksinator, ditambah kebutuhan - kebutuhan rumah sakit tidak hanya di Bogor tapi seluruh RS di Indonesia," tuturnya.

Menurut Dedie, saat ini Kota Bogor membutuhkan lebih dari 200 orang nakes. Hingga saat ini, mungkin yang baru tercapai hanya sekitar 20 orang saja. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diakui Dedie terus mencari sumber - sumber nakes yang kompeten.

"Kalau 200 itu yang untuk kebutuhan isolasi, sementara kebutuhan di RSUD juga tinggi. Semua sama masalahnya, SDM-nya. Aktivasi RSUD dua (RS Perluasan) saja mungkin butuh berapa puluh lagi, itu juga belum terpenuhi," kata Dedie.
 

Editor : Zamzami Ramadhan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network