BOGOR – Petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP melakukan razia ke tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Minggu (16/01/22). Razia ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas warga sehingga mencegah pencegah penyebaran Covid-19 varian baru omicron.
Sebelumnya, petugas mendapatkan laporan dari warga bahwa ada rumah yang dijadikan sebagai tempat prostitusi dan karaoke. Hal ini disampaikan oleh Dadang Kosasih , Kanit pol PP Kecamatan Parung Panjang. “Kami mendapat laporan mengenai rumah yang dijadikan tempat prostitusi," jelasnya.
Atas laporan tersebut, Satpol PP Kecamatan Parung Panjang, dibantu oleh Polsek dan Koramil kecamatan Parung Panjang bergerak menuju lokasi. Ternyata, ada dua rumah yang dijadikan sebagai tempat karaoke. Selain itu, dalam rumah tersebut terdapat puluhan wanita pemandu lagu serta pria hidung belang sedang asyik berkaraoke.
"Ada dua rumah yang dijadikan sebagai tempat protitusi berkedok karaoke , terbukti adanya wanita pemandu lagu dengan pria hidung belang yang sedang berpesta miras," Dadang.
Dari hasil razia tersebut , pemilik rumah mengaku mendapat minuman keras dari sebuah warung jamu yang tak jauh dari tempatnya. Kemudian, petugas bergerak menuju warung jamu tersebut. Petugas dan penjual miras sempat bersitegang. Pasalnya, penjual sempat menolak untuk menyerahkan miras pada petugas untuk disita.
“Sempat terjadi ketegangan , antara petugas dan pedagang karena menolak menyerahkan miras yang masih utuh," paparnya.
Dalam razia kali ini, petugas berhasil mengamankan puluhan wanita pemandu lagu yang kemudian dilakukan pendataan, serta ratusan botol miras berbagai merek dari tiga tempat yang berbeda .
Editor : Hilman Hilmansyah
Artikel Terkait