Antisipasi Banjir dan Longsor, 70 Relawan Angkut 6 Ton Timbunan Sampah di Puncak

Vitrianda Hilba Siregar
Di kawasan hulu seperti Puncak, praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali memberikan tekanan berat. Foto: Ist

BOGOR, iNewsBogor.id - Pengelolaan lingkungan di Indonesia masih dibenturkan pada tantangan besar bernama permasalahan sampah.

Di kawasan hulu seperti Puncak, praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali memberikan tekanan berat bagi ekosistem, mengganggu aliran air, hingga meningkatkan risiko bencana banjir dan longsor di wilayah lereng.

Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa timbulan sampah nasional pada 2023 menyentuh angka 56 juta ton per tahun. Mirisnya, hanya 39% yang terkelola dengan baik, sementara sisanya masih ditimbun dengan metode open dumping atau berakhir di lingkungan melalui pembakaran dan pembuangan ilegal ke badan air.

Kondisi ini merembet ke tingkat daerah, di mana Kabupaten Bogor harus menghadapi volume sampah ribuan ton setiap harinya yang memicu munculnya titik pembuangan liar, terutama di kawasan penyangga Puncak.

Merespons situasi tersebut, sebanyak 70 relawan Eiger Adventure Land bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melaksanakan aksi bersih-bersih di Desa Sukagalih, Megamendung, pada pertengahan Maret lalu.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network