Ia menegaskan akan melaporkan hasil peninjauan lapangan sekaligus menyiapkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Desa Tapos, Ratma Wijaya, membenarkan kondisi darurat air bersih tersebut. Pihak Pemerintah Desa masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak sekaligus memetakan lokasi kekeringan.
Saat ini, bantuan darurat sudah mulai masuk ke wilayah terdampak. Dari laporan terakhir, PDAM telah menyalurkan 4.000 liter air bersih, sementara BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan 5.000 liter air bersih beserta 5 unit tandon penampung untuk warga.
“Bantuan sudah mulai datang, tapi kami masih menunggu langkah lanjutan agar kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi lebih stabil,” ujar Ratma.
Warga berharap perhatian dari pemerintah tidak berhenti hanya pada bantuan darurat. Mereka mendesak adanya solusi permanen, seperti pembangunan jaringan pipa atau sumur bor, agar krisis serupa tidak terulang setiap musim kemarau.
Krisis air bersih di Desa Tapos menjadi salah satu dari sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor yang terdampak kekeringan panjang tahun ini. Pemerintah daerah memastikan koordinasi lintas dinas akan terus dilakukan untuk mengatasi masalah ini.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
