BOGOR, iNewsBogor.id – Petani di Kampung Boja, Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setelah lahan sawah seluas lima hektare terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Banjir yang merendam area persawahan menyebabkan tanaman padi yang baru memasuki masa pertumbuhan rusak dan terancam gagal panen.
Salah seorang petani setempat mengaku pasrah melihat kondisi tanaman padinya yang terendam air. Padi yang menjadi sumber penghidupan utama kini tidak bisa diselamatkan.
“Kalau sudah seperti ini kemungkinan besar gagal panen. Kerugiannya bisa sampai puluhan juta,” ujar seorang warga, Kamis (12/2/2026).
Warga menyebut, banjir tidak hanya disebabkan oleh intensitas hujan tinggi, tetapi juga diduga akibat tersumbatnya aliran Kali Cijantungeun. Mereka menduga aliran kali tersebut tertutup oleh aktivitas pembangunan perumahan Daru Metropolis. Akibatnya, air meluap dan menggenangi lahan pertanian warga hingga berhari-hari.
Ketua RT setempat, Surnita, berharap ada tanggung jawab dari pihak pengembang atas dampak yang ditimbulkan. Menurutnya, warga sangat bergantung pada hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan, karena ini menyangkut mata pencaharian warga,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang perumahan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penutupan aliran sungai tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
