Perang Iran–Israel Memanas, Bolehkah Umat Islam Mendukung Iran yang Bermazhab Syiah?

Ifan Jafar Siddik
Buya Yahya menegaskan konflik Iran–Israel tidak boleh hanya dilihat dari perbedaan mazhab, tetapi juga dari sisi kemanusiaan dan dukungan terhadap Palestina. Foto: Istimewa

BOGOR, iNewsBogor.id - Konflik antara Iran dan Israel yang terus memanas kembali memunculkan perdebatan di kalangan umat Islam. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah, bolehkah umat Islam mendukung Iran yang dikenal sebagai negara dengan mayoritas penganut mazhab Syiah?

Menanggapi polemik tersebut, ulama Indonesia Yahya Zainul Ma'arif memberikan pandangan yang menekankan pentingnya memisahkan persoalan akidah dengan nilai kemanusiaan dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Dalam kajian yang disiarkan melalui kanal YouTube Al Bahjah TV, pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah di Cirebon itu menjelaskan bahwa memang terdapat perbedaan akidah antara sebagian umat Islam dengan ajaran Syiah yang dianut oleh mayoritas masyarakat Iran.

Namun menurutnya, dukungan terhadap Iran dalam konteks konflik dengan Israel tidak semestinya selalu dikaitkan dengan persoalan akidah.

“Perbedaan urusan keyakinan ini berbeda. Hari ini bukan waktunya kita bicara itu, dan kita sudah terlambat bersama-sama meyakini Israel adalah musuh kita bersama dan telah menodai kemanusiaan,” ujar Buya Yahya.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network