BOGOR, iNewsBogor.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI I’anatussibyan Kota Bogor menuai sorotan dari sejumlah orang tua siswa. Program yang seharusnya menjadi upaya pemerintah meningkatkan asupan gizi anak sekolah itu justru dikeluhkan karena kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan distribusi makanan program MBG ke sekolah tersebut berasal dari SPPG Mekarwangi 5 yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Jabal Quran Indonesia bersama PPUMI di Kota Bogor.
SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tersebut bahkan dikenal memiliki reputasi cukup baik. SPPG Mekarwangi di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor disebut sebagai salah satu dapur percontohan nasional dalam pelaksanaan program MBG. Dapur ini diketahui melayani sekitar 4.000 siswa, melibatkan tenaga kerja lokal, serta didukung oleh tenaga ahli gizi dalam proses penyusunan menu dan pengolahan makanan.
Selain itu, operasional dapur juga diklaim berada dalam pengawasan ketat dan terintegrasi dengan berbagai pihak guna memastikan kualitas makanan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima program.
Namun demikian, di tingkat penerima manfaat justru muncul keluhan dari sebagian wali murid di MI I’anatussibyan. Mereka menilai kualitas makanan yang diterima anak-anak tidak sesuai dengan standar makanan bergizi yang diharapkan.
Salah seorang wali murid mengaku sejak awal tidak sepakat dengan pelaksanaan program tersebut di sekolah anaknya.
“Kalau saya pribadi dari awal sebenarnya tidak setuju dengan MBG. Saya tinggal menunggu momen saja untuk bicara langsung agar jatah MBG di sekolah anak saya dihentikan saja,” ujarnya.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
