BOGOR, iNewsBogor.id – IPB University memperkuat kolaborasi internasional antara petani, nelayan, dan akademisi guna menghadapi dampak perubahan iklim yang kian nyata di sektor pertanian dan pesisir. Upaya ini diwujudkan melalui forum Global Network for Advanced Agromaritime (GNAA) yang digelar pada Senin (21/4/2026).
Perubahan iklim kini menjadi tantangan serius bagi sektor agromaritim. Cuaca ekstrem, musim yang tidak menentu, hingga kekeringan dan peningkatan suhu telah berdampak langsung pada produksi pertanian dan hasil tangkapan nelayan. Berdasarkan Buku Putih Survei Persepsi Petani 2024, sebanyak 77,6 persen petani mengaku mengalami penurunan hasil akibat perubahan iklim.
Ketua panitia GNAA, Roza Yusfiandayani, menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kondisi yang sudah dirasakan saat ini oleh para pelaku sektor pertanian dan perikanan.
“Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realita yang dihadapi setiap hari oleh petani dan nelayan. Melalui jejaring internasional ini, kami ingin memperkuat ketahanan mereka berbasis kearifan lokal demi mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor agromaritim,” ujarnya.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
