Keluhan orang tua tidak hanya terkait keberadaan program, tetapi juga kondisi makanan yang dibagikan kepada para siswa. Menurut pengakuan wali murid, beberapa makanan yang diterima anak-anak dinilai jauh dari standar makanan bergizi.
Ia menyebut pernah ditemukan buah dalam kondisi tidak segar bahkan mendekati busuk, serta telur yang sudah hancur namun tetap dibagikan kepada siswa.
“Harusnya pihak sekolah juga tahu itu makanan tidak layak diberikan. Tanpa dikomplain wali murid pun seharusnya sudah sadar,” katanya.
Yang lebih memprihatinkan, muncul dugaan adanya siswa yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Namun menurut pengakuan wali murid, kasus tersebut disebut tidak boleh dipublikasikan oleh pihak orang tua siswa yang anaknya terdampak.
“Ada yang keracunan, tapi orang tuanya tidak boleh mengekspos. Disuruh tutup mulut,” ungkapnya.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
