Jejak Cahaya di Kota Hujan: Menelusuri Masjid Bersejarah dan Tradisi Ramadan Bogor

Ifan Jafar Siddik
Berdiri di depan Masjid An-Nur, rasanya seperti ditarik kembali ke masa ratusan tahun lalu. Kawasan Empang bukan sekadar titik di peta Bogor, tapi pusat spiritualitas yang menjaga tradisi para ulama Hadramaut tetap hidup Foto: Okezone

BOGOR, iNewsBogor.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H (2026), suasana di Kota Bogor mulai berubah. Kota yang dikenal dengan julukan "Kota Hujan" ini tidak hanya menyimpan pesona alam, tetapi juga akar sejarah Islam yang sangat kuat melalui masjid-masjid tuanya.

Dari tahun ke tahun, kemeriahan Ramadan di Bogor selalu menjadi perpaduan unik antara ketaatan spiritual dan kekayaan budaya Sunda.

1. Masjid Al-Mustofa: Saksi Bisu 7 Abad Syiar Islam

Di kawasan Bantarjati, Bogor Utara, berdiri tegak Masjid Al-Mustofa. Dibangun pada tahun 1728 oleh dua ulama besar, Tubagus Mustofa Bakri (Banten) dan Raden Dita Manggala (Cirebon), masjid ini dinobatkan sebagai yang tertua di Kota Bogor.

Masjid ini memiliki keunikan yang selalu menarik perhatian jamaah setiap Ramadan:

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network