BOGOR, iNews Bogor.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) turut mengendalikan harga plastik yang melonjak akibat dampak krisis di Timur Tengah.
Permintaan tersebut disampaikan Amran saat kunjungan kerja ke IPB University Technopark, Kota Bogor, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga kemasan plastik saat ini sudah membebani pelaku industri, khususnya sektor pertanian yang sangat bergantung pada bahan tersebut.
“Selama ini sudah banyak keuntungan yang didapat. Sekarang saatnya kita bersama-sama menjaga agar masyarakat tidak terbebani,” ujar Amran kepada awak media.
Amran menilai lonjakan harga plastik diduga kuat dipicu oleh dampak krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpengaruh terhadap rantai pasok global.
Kondisi ini membuat para pelaku usaha di sektor pertanian mengeluhkan biaya produksi yang semakin tinggi.
Pemerintah pun tidak menutup kemungkinan akan melakukan evaluasi terhadap izin impor jika ditemukan praktik yang merugikan masyarakat.
“Kalau ada yang tidak wajar, tentu akan kita evaluasi, termasuk izin impor,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran secara khusus meminta APINDO ikut turun tangan menstabilkan harga.
Ia menekankan bahwa situasi global saat ini harus menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk menunjukkan kepedulian terhadap kepentingan nasional.
Sebagaimana diketahui, kunjungan Amran ke IPB juga bertujuan memperkuat sektor pertanian melalui inovasi.
Ia menyebut IPB sebagai salah satu pusat riset unggulan yang telah lama bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, sejak sekitar 2016–2017.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah benih padi IPB 3S yang mampu menghasilkan 9–11 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,5–6 ton per hektare.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian telah membeli benih padi IPB senilai Rp250 miliar.
“Ini bentuk penghargaan kami kepada para peneliti Indonesia. Produk riset yang berdampak langsung bagi masyarakat harus kita dukung,” kata Amran.
Amran juga menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya bekerja sama dengan IPB, tetapi juga dengan sejumlah perguruan tinggi lain seperti Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Andalas.
Berbagai hasil riset dari kampus-kampus tersebut kini mulai dikembangkan dalam skala besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
