Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa kemarau tahun 2026 ini diprediksi akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari biasanya akibat pengaruh fenomena El Nino.
“Fenomena El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027 dengan peluang intensitas moderat sebesar 98% dan kategori kuat 62%. Dampak signifikannya bagi Indonesia akan terasa sepanjang musim kemarau hingga pertengahan Oktober,” jelas Ardhasena.
Menyikapi hal tersebut, BMKG terus aktif berkoordinasi dan melakukan pendampingan bersama pemerintah daerah, BPBD, serta Forkopimda guna menyusun strategi mitigasi dan adaptasi iklim yang kuat di tingkat regional.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
