Selain lagu Sunda, mereka juga membawakan repertoar dari sejumlah daerah. Pemilihan lagu disesuaikan dengan konsep acara dan permintaan penyelenggara.
“Dari tiap daerah harus ada. Itu juga permintaan dari pihak penyelenggara, jadi kita menyesuaikan dengan permintaan,” katanya.
Persiapan dilakukan melalui latihan rutin. Biasanya latihan digelar dua pekan sekali, namun intensitasnya ditingkatkan ketika banyak agenda pertunjukan.
Dalam penampilan tersebut, para anggota Angklung Srikandi mengenakan kebaya hitam sebagai identitas kelompok. Busana seragam itu turut memperkuat nuansa tradisional dalam pertunjukan.
Angklung Srikandi dijadwalkan kembali tampil pada Sabtu (29/8/2026) dalam rangkaian Grand Final Putera Puteri Ekowisata 2026 di kawasan Cipinang, Jakarta.
Penampilan di berbagai ruang publik menjadi salah satu cara kelompok tersebut menjaga keberadaan musik tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
