BOGOR, iNewsBogor.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah gambut, khususnya di Kalimantan, menjadi persoalan yang sulit ditangani. Api yang terlihat sudah padam di permukaan ternyata masih dapat menyisakan bara di bawah tanah dan kembali memicu kebakaran.
Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan sekaligus Kepala Pusat Studi Bencana IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo, mengatakan karakteristik lahan gambut menjadi salah satu faktor utama yang membuat proses pemadaman karhutla jauh lebih sulit.
“Sulitnya pemadaman karhutla di Kalimantan berkaitan erat dengan karakteristik lahan gambut yang mudah mengering dan menyimpan bara di bawah permukaan,” ujar Prof Bambang.
Menurutnya, kebakaran di lahan gambut tidak selalu berlangsung secara terbuka di permukaan. Ketika api telah masuk ke lapisan gambut, material yang belum sepenuhnya terbakar dapat menyimpan bara dan menjadi sumber api baru.
Kondisi tersebut semakin berbahaya ketika hujan belum turun dan tingkat kelembapan gambut terus menurun.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
