Membangun Ekosistem Ekowisata yang Bermakna
EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi. Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E, yang mencakup Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.
Kerangka tersebut menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, serta pengalaman bagi pengunjung. Dengan pendekatan ini, aktivitas pariwisata diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan upaya konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Pengunjung bisa menikmati keragaman habitat satwa sebagai bagian dari edukasi di ekowisata EIGER Nature. (Foto : Istimewa)
“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata Imanuel.
Dari Komitmen Menjadi Dampak
Komitmen terhadap keberlanjutan telah menjadi bagian dari perjalanan EIGER Nature sejak tahap pengembangan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penghijauan melalui penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, hingga penerapan sistem pengelolaan sampah.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
