Dari sisi sosial dan ekonomi, pengembangan EIGER Nature telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar. Saat beroperasi, destinasi ini diproyeksikan mampu membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan.Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, sebanyak 5 persen dari laba bersih EIGER Nature akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program pelestarian alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup manusia. Program tersebut mencakup konservasi, pengelolaan limbah, hingga inisiatif 1 Ticket 1 Tree.
Menghadirkan Petualangan yang Bermakna
EIGER Nature dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang mengintegrasikan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality.Berbagai atraksi dan aktivitas berbasis alam akan melengkapi pengalaman pengunjung, di antaranya Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, Forest Adventure, hingga pengalaman menginap di Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.
“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujar Imanuel.
Dalam menjalankan ekowisata, EIGER Nature memanfaatkan tenaga kerja dan komitmen melestarikan budaya lokal. (Foto : Istimewa)
Dengan semangat tersebut, EIGER Nature hadir membawa komitmen untuk mengembangkan ekowisata yang memberikan manfaat bagi manusia, alam, dan masyarakat, sekaligus menciptakan pengalaman yang bermakna bagi generasi kini dan mendatang.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
