Hal serupa diterapkan pada area PTPN, di mana porsi bangunan dijaga tetap minimalis di angka 3,64 persen sehingga lebih dari 90 persen lahan dapat kembali asri dipenuhi pepohonan dan Rimbunnya vegetasi lokal.
Langkah panjang ini juga didasari oleh kepatuhan perizinan dan kelengkapan dokumen lingkungan yang telah dirintis sejak tahun 2018.
Berbagai tahapan kepengurusan telah dipenuhi secara bertahap, mulai dari perizinan tata ruang, rekomendasi persetujuan lingkungan, pengesahan rencana tapak, hingga perizinan bangunan resmi dari pihak berwenang.
Bagi EIGER Nature, transparansi adalah kunci utama, sehingga ruang dialog dengan para pecinta lingkungan serta program edukasi bagi para pengunjung akan selalu terbuka lebar.
Transformasi menuju wajah baru ekowisata ini diikat oleh tatanan nilai yang dinamakan Konsep 7E, yaitu keterpaduan antara Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment. Konsep ini dirancang agar setiap sudut perjalanan memberi makna tersendiri.
Imanuel Wirajaya selaku Direktur Utama EIGER Nature menyampaikan bahwa keindahan langkah ini merupakan bagian dari proses belajar yang tak pernah putus bersama alam, budaya, dan manusia.
Perubahan yang hadir bukan sekadar pergantian nama, melainkan pembaruan janji untuk membangun ruang ekowisata yang memberi manfaat nyata.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
