Gerakkan Ekonomi Akar Rumput, Program MBG Prabowo-Gibran Ciptakan Multiplier Effect Luas

Vitrianda Hilba Siregar
Siswa SD Kanisius Jepara memilih menu makanan progam MBG yang menggunakan pola prasmanan, Kamis (8/10/2026). Foto: Dok

JAKARTA, iNewsBogor.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi besar sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus pembuka lapangan kerja baru, khususnya di wilayah pedesaan. Selain meningkatkan kualitas pemenuhan gizi masyarakat, program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran ini terbukti mampu memicu perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan tenaga kerja daerah, pelaku UMKM, hingga pemasok bahan pangan setempat.

Pengamat Ekonomi GREAT Institute sekaligus Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Perdana Wahyu Santosa, menilai MBG memberikan dampak ekonomi (multiplier effect) yang sangat luas karena alokasi anggarannya mengalir langsung ke aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

"Program Makan Bergizi Gratis sekarang serapannya sudah sekitar Rp150 triliun. Berarti ada uang sekitar Rp150 triliun yang berputar dalam ekonomi kerakyatan, di akar rumput, dan itu sudah sedikit banyak menggerakkan perekonomian pedesaan," ujar Perdana dalam sebuah dialog televisi nasional bertajuk Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Jaga Stabilitas dan Perkuat Kemandirian Nasional.

Perdana menjelaskan bahwa tingginya permintaan komoditas bahan pangan untuk kebutuhan operasional dapur MBG—seperti telur, daging ayam, daging sapi, hingga sayur-mayur—secara otomatis membuka ruang rezeki bagi petani, peternak, hingga penyedia jasa logistik. Beliau pun menyarankan agar fokus penyaluran MBG kian diprioritaskan di kawasan pedesaan karena multiplier effect yang dihasilkan jauh lebih terasa dibanding kawasan perkotaan.

"Kalau MBG bisa terus berjalan dengan baik dan risiko keracunan maupun persoalan operasional dapat dikurangi, program ini bisa menjadi salah satu andalan untuk menggerakkan perekonomian desa," pungkas Perdana.

Pandangan senada disampaikan Analis Politik sekaligus akademikus Ujang Komarudin. Menurutnya, program MBG merupakan wujud nyata intervensi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, alih-alih sekadar pembagian makanan gratis.

"MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar. Pekerja-pekerja yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, emak-emak yang tadinya tidak punya pekerjaan ikut turut membantu," ungkap Ujang.

Guna menjaga keberlanjutan program, Ujang menekankan pentingnya pengawasan publik secara berkesinambungan serta perbaikan tata kelola, terutama dalam memastikan keterjangkauan bagi warga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Melalui pengelolaan yang transparan dan kolaborasi bersama Koperasi Desa Merah Putih, program MBG diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan lokal serta menjadi fondasi kokoh bagi kemandirian ekonomi kerakyatan.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network