Berawal dari Pesantren, Kini Mengemban Amanah di DPRD
Perjalanan Zenal Abidin menjadi Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor tidak dapat dilepaskan dari lingkungan pendidikan dan kehidupan pesantren yang membentuk masa mudanya.
Ia pernah menimba ilmu di Pesantren Salafiah di Kampung Babakan Cirebon, melanjutkan pendidikan di Pesantren Daarul Uluum, Bantar Kemang, Kota Bogor, serta pernah mengenyam pendidikan di Al-Ghazali, Kota Bogor.
Zenal juga lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren yang berkaitan dengan Yayasan El Ma'mur. Lembaga pendidikan tersebut kini berkembang menjadi sekolah Islam terpadu dengan jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan.
Latar belakang itu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa pendidikan pesantren yang dijalaninya dahulu akan mengantarkannya pada posisi sebagai pimpinan DPRD Kota Bogor.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengabdikan diri di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik.
Menurut Zenal, kehadiran santri di lembaga pemerintahan juga membawa tanggung jawab moral. Nilai-nilai yang dipelajari di pesantren, seperti kejujuran, amanah, penghormatan kepada guru, dan kepedulian terhadap sesama, perlu diterapkan dalam menjalankan tugas publik.
Ia menilai, nilai keagamaan tidak semestinya berhenti sebagai pengetahuan atau identitas pribadi, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan cara seseorang menjalankan tanggung jawabnya.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
