Empat Kompetensi yang Perlu Diperkuat
Ada empat bidang yang dinilai penting untuk memperluas kesempatan santri menghadapi tantangan masa depan.
1. Sains dan teknologi digital
Santri perlu memperoleh literasi digital yang memadai, memahami keamanan data, mengenali risiko teknologi, dan menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Mereka juga perlu didorong untuk menjadi pencipta, bukan sekadar konsumen teknologi. Pengembangan aplikasi, pemrograman, produksi konten edukatif, serta inovasi digital yang bermanfaat bagi masyarakat dapat menjadi bagian dari pilihan pembelajaran.
2. Penguasaan bahasa asing
Bahasa Arab tetap memiliki peran penting dalam memperdalam literatur keislaman. Sementara itu, bahasa Inggris dapat membantu santri mengakses perkembangan ilmu pengetahuan, melanjutkan pendidikan, membangun jejaring internasional, dan memasuki dunia profesional.
Penguasaan bahasa asing akan memperluas kesempatan santri untuk berinteraksi dengan perkembangan ilmu dan masyarakat global.
3. Kewirausahaan dan kemandirian ekonomi
Pesantren memiliki modal sosial berupa kebersamaan, kedisiplinan, kepercayaan, dan jaringan alumni. Modal tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Usaha makanan, pertanian, peternakan, fesyen muslim, koperasi, pemasaran digital, dan pengembangan produk lokal merupakan beberapa bidang yang dapat dijajaki sesuai potensi pesantren.
Pembelajaran kewirausahaan juga perlu mencakup kemampuan menghitung biaya, menentukan harga, mengelola arus kas, melayani pelanggan, dan memasarkan produk secara jujur.
Dengan demikian, santri tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga memiliki pengalaman dalam mengelola kegiatan ekonomi.
4. Keterampilan profesional dan kepemimpinan
Dunia kerja membutuhkan kemampuan yang lebih luas daripada penguasaan teori. Komunikasi, penulisan, analisis masalah, kerja sama tim, etika, dan pengambilan keputusan merupakan keterampilan yang dibutuhkan di berbagai profesi.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
