Pendidikan Pesantren: Membentuk Karakter dan Ketahanan Moral
Tumbuh di lingkungan pesantren dengan tradisi keilmuan Islam yang kuat, Ifan memaknai pendidikan pesantren bukan sekadar tempat mempelajari ilmu agama. Lebih dari itu, pesantren merupakan kawah candradimuka yang menempa kedisiplinan, adab menghormati sesama, kesederhanaan, serta tanggung jawab sosial.
Kendati demikian, tantangan yang dihadapi santri masa kini jauh lebih kompleks dibandingkan era sebelumnya. Arus informasi yang serba cepat dan dominasi media sosial kerap menggeser cara pandang masyarakat, di mana ukuran kesuksesan sering kali direduksi secara sempit pada popularitas, materi, dan penampilan luar.
“Dalam situasi tersebut, santri membutuhkan pegangan nilai yang kuat agar tidak mudah terbawa arus perubahan,” tegas Ifan.
Ia menambahkan, seorang santri modern harus bersikap terbuka terhadap kemajuan zaman, namun tetap kokoh memegang adab dan jati diri. Cita-cita untuk menjadi pengusaha sukses, ilmuwan, pejabat, maupun profesional bebas ditekuni, asalkan ilmu dan peran yang diemban senantiasa membawa kemaslahatan bagi sesama.
Ilmu Agama dan Ilmu Umum: Berjalan Seiringan
Isu dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum kerap menjadi diskursus klasik di dunia pendidikan. Menanggapi hal tersebut, Ifan mengingatkan agar kedua bidang ilmu tersebut tidak dipertentangkan.
Sinergi antara ilmu agama dan pengetahuan umum dinilai krusial agar setiap santri memiliki keseimbangan intelektual (hard skills) yang mumpuni, sekaligus landasan moral dan spiritual (soft skills) yang kokoh dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
