Bisnis Pengendalian Hama Dituntut Efisien Jaga Arus Kas

Ifan Jafar Sidik
Jajaran PT Asa Panca Cipta Optima (Pestigo), bisnis jasa pengendalian hama di Indonesia berfoto bersama. Foto: iNewsBogor.id

JAKARTA, iNewsBogor.id — Industri jasa manajemen pengendalian hama (pest control) nasional terus menunjukkan dinamika pertumbuhan seiring meningkatnya permintaan dari sektor komersial, industri, maupun residensial. Di tengah persaingan pasar dan ketatnya tantangan arus kas (cash flow) pada bisnis layanan profesional, optimalisasi efisiensi operasional menjadi kunci utama menjaga keberlangsungan perusahaan.

Salah satu pelaku industri di sektor ini, PT Asa Panca Cipta Optima (APCO) melalui lini usaha Pestigo, memaparkan catatan kinerjanya menjelang akhir kuartal IV/2026. Perusahaan rintisan yang mulai beroperasi sejak 2022 tersebut mencatat bahwa pengelolaan likuiditas yang disiplin menjadi faktor krusial dalam menghadapi fase awal pertumbuhan bisnis jasa.

General Manager Pestigo sekaligus Co-Founder APCO, Sulkifly Baro, menjelaskan bahwa pada tahap-tahap awal pendirian, keterbatasan modal menuntut diterapkannya skala prioritas pengeluaran yang ketat guna menggerakkan roda operasional secara mandiri.

"Pada awal perjalanan, kami harus mengambil langkah mandiri dan mengelola arus kas secara ketat. Pengelolaan tata kelola modal dengan integritas menjadi fondasi utama bagi kami untuk menjaga kelangsungan operasional," ujar Sulkifly dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Pertumbuhan industri jasa sanitasi dan perlindungan bangunan turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.Hingga tahun keempat operasionalnya, manajemen mencatat telah melibatkan lebih dari 300 tenaga kerja profesional yang terbagi ke dalam 7 kantor cabang strategis untuk melayani jaringan pelanggan di lebih dari 20 wilayah perkotaan di Indonesia.

Selain perluasan cakupan wilayah, perusahaan mengeklaim telah menangani lebih dari 8.000 titik layanan pelanggan.Dari sisi kinerja keuangan internal, efisiensi operasional yang diterapkan selama beberapa periode pelaporan berkontribusi pada pertumbuhan laba (profit growth) yang diklaim mencapai 60 persen.

Menghadapi tahun anggaran 2027, ketidakpastian kondisi ekonomi makro menuntut pelaku bisnis untuk memperkuat rantai pasok (supply chain) serta integritas tata kelola internal. Manajemen menetapkan empat pilar fokus strategis jangka panjang, yang meliputi:

  1. Penguatan Kepemimpinan: Menjaga keselarasan arah kebijakan bisnis dengan visi pendiri perusahaan.

  2. Pengembangan SDM dan Karier: Meningkatkan kompetensi serta jenjang karier tenaga teknis dan staf operasional.

  3. Kemitraan Rantai Pasok: Membangun kolaborasi yang adil bersama para mitra pemasok bahan baku dan peralatan teknis.

  4. Kepatuhan Fiskal dan Dampak Ekonomi: Mendorong kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan negara serta perluasan kesempatan kerja.

Di samping pembenahan internal, tren pelayanan di industri pest control kini juga mengarah pada integrasi strategi kedekatan layanan (customer intimacy) untuk memastikan proteksi jangka panjang bagi fasilitas publik maupun hunian pribadi.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network