Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Lingkungan Hidup Sorot Megamendung, Ekowisata Diminta Jadi Pemulihan
Advertisement . Scroll to see content

Megamendung Berbenah: Dari Konflik Agraria ke Destinasi Ekowisata Ramah Lingkungan

Kamis, 09 Oktober 2025 | 10:21 WIB
  • author Furqon Munawar
Megamendung Berbenah: Dari Konflik Agraria ke Destinasi Ekowisata Ramah Lingkungan
Panorama alam kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor mendorong geliat ekowisata ramah lingkungan berbasis masyarakat. (Foto : IST/Furqon)

Warga: Pembangunan Ekowisata Jangan Dihentikan

Di sisi lain, sejumlah warga yang menggantungkan hidup dari sektor ekowisata berharap tidak ada kebijakan sepihak yang justru menghentikan pembangunan. Atang (70), warga Desa Sukagalih, yang bekerja sebagai gardener di kawasan EAL sejak 2019, mengaku sedih karena tempat kerjanya disegel.

“Saya ikut menghijaukan lahan tandus jadi hutan lagi. Tapi kini saya dan anak-anak saya dirumahkan. Tolong pemerintah bijak melihat ini,” ujarnya lirih.

Kini, Megamendung bukan lagi sekadar tempat persinggahan menuju Puncak. Perlahan, kawasan ini menjelma menjadi simbol harapan bahwa rekonsiliasi antara manusia dan alam bisa terwujud, asal ada kemauan dan kolaborasi yang kuat.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut