get app
inews
Aa Text
Read Next : Inovasi Perawatan Anti-Penuaan Hadir dalam Bentuk Terapi Regeneratif

Gangguan Tidur Anak Pascabencana: Penyebab, Dampak, dan Cara Orang Tua Menanganinya

Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:33 WIB
header img
Gangguan Tidur Anak Pascabencana: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Emosional Balita. Foto: Istimewa

BOGOR, iNewsBogor.id – Situasi darurat dan bencana alam tidak hanya berdampak pada kondisi fisik masyarakat, tetapi juga memengaruhi kesehatan emosional bayi dan balita. Perubahan lingkungan yang drastis, hilangnya rutinitas, hingga paparan stres berkepanjangan dapat memicu gangguan tidur pada anak.

Pada banyak kasus, anak menunjukkan tanda stres seperti menjadi lebih rewel, mengalami regresi perilaku, sulit berpisah dari orang tua, hingga perubahan pola tidur berupa sulit terlelap, sering terbangun, atau mengalami mimpi buruk. Padahal, tidur merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi tumbuh kembang sekaligus pemulihan fisik dan mental anak.

Penyebab Gangguan Tidur Anak Pascabencana

Gangguan tidur pada anak umumnya dipicu oleh kombinasi faktor emosional, lingkungan, fisik, dan sosial.

Secara emosional, anak dapat merasakan ketakutan, kehilangan, maupun kebingungan akibat perubahan mendadak. Ingatan traumatis dan rasa tidak aman membuat anak lebih waspada sehingga sulit rileks saat akan tidur.

Dari sisi lingkungan, kondisi pengungsian yang bising, padat, pencahayaan terbatas, suhu tidak nyaman, serta kebersihan yang kurang memadai turut mengganggu kualitas tidur.

Sementara secara fisik, kelelahan, kurang asupan makan dan minum, kondisi tubuh tidak fit, hingga gangguan seperti gigitan serangga dapat membuat anak sulit tidur nyenyak.

Faktor sosial juga berperan penting. Anak sangat peka terhadap emosi orang dewasa. Ketika orang tua terlihat stres, cemas, atau sering membicarakan situasi traumatis, kecemasan anak dapat meningkat dan berdampak langsung pada tidurnya.

Pentingnya Tidur di Masa Darurat

Dalam fase darurat, tidur memiliki peran krusial bagi pemulihan anak. Istirahat yang cukup membantu memulihkan kelelahan fisik, menstabilkan emosi, serta menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, kualitas tidur yang baik mendukung kemampuan anak dalam menghadapi tekanan psikologis, sehingga mereka lebih tenang, adaptif, dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi baru.

Cara Menjaga Kualitas Tidur Anak Pascabencana

Orang tua dan pengasuh memiliki peran utama dalam menjaga kualitas tidur anak, bahkan di tengah keterbatasan.

1. Membangun rasa aman
Kehadiran orang tua yang responsif, mendengarkan perasaan anak, serta memberikan pelukan dapat membantu menurunkan hormon stres dan membuat anak lebih rileks.

2. Menciptakan zona tidur sederhana
Upayakan anak tidur di tempat yang sama setiap malam dengan alas atau selimut yang familiar. Pembatas sederhana dari tas atau kain dapat memberi kesan ruang pribadi dan mengurangi gangguan cahaya maupun lalu-lalang.

3. Menjaga rutinitas sebelum tidur
Kegiatan sederhana seperti membersihkan badan, berganti pakaian, berdoa, atau mendengarkan cerita membantu memberi sinyal bahwa waktu tidur telah tiba.

4. Memperhatikan kondisi fisik
Pastikan anak tidak kedinginan atau kepanasan, tubuh tetap bersih, serta hindari makanan berat atau minuman manis menjelang waktu tidur.

5. Mengatur aktivitas dan jadwal tidur
Aktivitas fisik ringan di siang hari membantu anak tidur lebih nyenyak pada malam hari. Konsistensi jam tidur dan bangun juga penting untuk menjaga ritme biologis.

6. Mengelola stres orang tua
Anak mudah merasakan kecemasan orang tua. Sikap tenang, suara lembut, serta pembatasan paparan berita traumatis menjadi langkah penting agar anak merasa aman.

Tidur sebagai Bagian Pemulihan Anak

Tidur merupakan komponen penting dalam proses pemulihan anak setelah bencana. Membangun rasa aman, mempertahankan rutinitas sederhana, serta menghadirkan lingkungan yang stabil menjadi kunci utama menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak.

Meski berada dalam kondisi terbatas, konsistensi dan kehadiran penuh orang dewasa memungkinkan kualitas tidur anak tetap terjaga demi tumbuh kembang yang optimal.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut