Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkot Bogor Terapkan PJJ Mulai Besok, Dedie Rachim: Keselamatan Anak Prioritas
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah Isu Pecah Kongsi Terjadi di Pemkot Bogor? Ini Fakta di Balik Survei 1 Tahun Dedie–Jenal

Kamis, 26 Februari 2026 | 21:53 WIB
  • author Ifan Jafar Siddik
Benarkah Isu Pecah Kongsi Terjadi di Pemkot Bogor? Ini Fakta di Balik Survei 1 Tahun Dedie–Jenal
Balaikota Bogor. Foto: Istimewa

Ia menjelaskan, munculnya isu “pecah kongsi” lebih banyak berkembang di ruang publik sebagai tafsir atas dinamika politik, bukan berdasarkan temuan survei.

“Kita harus membedakan antara data survei dan opini publik. Data kami berbicara tentang tingkat kepuasan sektoral dan kinerja pemerintahan, bukan konflik internal,” katanya.

Menurut Yusfitriadi, periode 1 tahun pertama merupakan fase konsolidasi dan penataan arah kebijakan. Karena itu, fluktuasi persepsi publik adalah hal yang wajar.

“Angka 45,75 persen kepuasan menunjukkan masih adanya ruang perbaikan. Ini bukan vonis, melainkan alarm dini agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ekspektasi publik terhadap kepemimpinan baru biasanya sangat tinggi, sehingga persepsi kritis sering muncul ketika dampak kebijakan belum dirasakan secara langsung.

“Pemerintah perlu memperkuat komunikasi publik, mempercepat implementasi program prioritas, dan memastikan janji kampanye benar-benar terlihat dalam kebijakan konkret,” tegasnya.

Editor: Ifan Jafar Siddik

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut