Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Rumah Roboh di dalam Kawasan Perumahan Elite di Bogor, Pemilik Gugat Pengembang
Advertisement . Scroll to see content

Rektor UIKA Bogor Buka 3rd IICASS 2026: Konferensi Digelar Paralel di Bogor dan Kelantan

Selasa, 08 September 2026 | 14:16 WIB
  • author Furqon Munawar
Rektor UIKA Bogor Buka 3rd IICASS 2026: Konferensi Digelar Paralel di Bogor dan Kelantan
Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si (kelima dari kanan) saat mengabadikan momen bersama jajaran usai membuka Konferensi Internasional IICASS 2026. (Foto : Istimewa)

BOGOR, iNewsBogor.id – Rektor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., secara resmi membuka 3rd Ibn Khaldun International Conference on Applied and Social Sciences (IICASS) 2026, Senin (7/9/2026). Konferensi internasional bertema "Strengthening Social Safeguards for Sustainable Development: Advancing Inclusion, Resilience, and Equitable Transformation in a Changing World" ini digelar secara paralel di dua negara, yakni di Universiti Malaysia Kelantan (UMK), Malaysia, dan di Kampus UIKA Bogor, yang terhubung secara daring.

Konferensi ini semula direncanakan terpusat di UMK. Namun, erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada pembatalan seluruh penerbangan membuat delegasi dari Bogor tidak dapat berangkat ke Kelantan. Panitia pun memutuskan menggelar konferensi secara hybrid, sehingga seluruh rangkaian acara, mulai dari pembukaan, sesi pembicara undangan, hingga presentasi paralel, tetap berlangsung sesuai jadwal di kedua kampus.

UIKA Bogor bertindak sebagai penyelenggara utama konferensi ini, dengan UMK sebagai tuan rumah, serta Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) Bogor dan Abdelmalek Essaâdi University, Maroko, sebagai co-organizer. Peserta mengikuti acara dari dua kampus tersebut dan secara daring dari berbagai kota dan negara.

Dalam sambutannya, Prof. Mujahidin menegaskan bahwa pembangunan harus ditopang oleh ilmu pengetahuan, namun ilmu saja tidak cukup tanpa karakter yang baik.

"Kami percaya pembangunan harus didukung oleh sains. Tanpa sains, pembangunan akan stagnan. Namun pembangunan yang hanya berbasis pengetahuan juga tidak cukup. Dibutuhkan karakter yang baik untuk menjaga stabilitas pembangunan. Tanpa karakter yang baik, pembangunan justru akan merusak kemanusiaan," ujarnya.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut