get app
inews
Aa Text
Read Next : Benarkah Isu Pecah Kongsi Terjadi di Pemkot Bogor? Ini Fakta di Balik Survei 1 Tahun Dedie–Jenal

15 Hari Tak Terlihat, Wawalkot Bogor Jenal Mutaqin Akhirnya Buka Suara

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:51 WIB
header img
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin kembali tampil di publik setelah 15 hari absen dan ikut serta dalam kegiatan Pekan Panutan Pajak di Plaza Balai Kota Bogor. Foto: Istimewa

BOGOR, iNewsBogor.id – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, akhirnya kembali tampil di hadapan publik setelah sempat absen dari aktivitas kedinasan selama sekitar 15 hari. Kemunculan perdananya itu bertepatan dengan partisipasinya dalam kegiatan Pekan Panutan Pajak PBB-P2 dan PKB yang digelar di Plaza Balai Kota Bogor, Kamis (5/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jenal secara terbuka menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat serta awak media terkait ketidakhadirannya selama beberapa waktu terakhir.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya sempat menurun drastis sehingga harus menjalani istirahat total demi pemulihan.

“Sekali lagi saya mohon maaf, kemarin saya tidak bisa beraktivitas karena harus istirahat total. Ini merupakan bagian dari proses penyembuhan agar saya bisa kembali mengabdi kepada masyarakat,” ujar Jenal kepada wartawan di sela kegiatan.

Menurutnya, keputusan untuk kembali aktif bekerja didasari rasa tanggung jawab terhadap berbagai agenda pemerintahan serta pelayanan publik yang harus tetap berjalan.

“Saya harus aktif karena banyak regulasi yang berjalan. Kasihan masyarakat kalau sampai tidak terlayani kemarin,” ungkapnya.

Meski demikian, Jenal tidak menjelaskan secara rinci penyakit yang dideritanya. Ia hanya menyebut kondisi tubuhnya sempat mengalami penurunan (drop) sehingga membutuhkan penanganan medis dan waktu istirahat yang cukup.

Jenal berharap kehadirannya kembali di tengah aktivitas pemerintahan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang sempat muncul di publik terkait ketidakhadirannya.

Kehadiran Jenal dalam kegiatan Pekan Panutan Pajak juga dimaksudkan untuk memberikan contoh kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor agar taat dalam memenuhi kewajiban pajak.

Ia menegaskan bahwa pejabat publik harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal kepatuhan membayar pajak.

“Pejabat publik harus menjadi contoh pertama dalam ketaatan membayar pajak sebelum mengajak masyarakat luas,” tegasnya.

Selain menyinggung kondisi kesehatannya, Jenal juga menyampaikan gagasan terkait percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan rusak di Kota Bogor.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran rutin jika ingin bergerak cepat. Salah satu alternatif yang bisa dimanfaatkan adalah dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.

“Apa yang saya bicarakan ini spontanitas. Kita bisa mengambil dari dana CSR dinas yang disumbangkan untuk pengaspalan jalan rusak. Tinggal kita mau atau tidak mengeksekusinya,” ujarnya.

Jenal menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sebagai warga, saya merasakan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas. Kepentingan orang banyak tentu lebih penting daripada kepentingan pribadi,” pungkasnya.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut