get app
inews
Aa Text
Read Next : Setelah Tahan Gus Yaqut, KPK Jadwalkan Panggil Gus Alex Pekan Depan Terkait Kasus Kuota Haji

Dugaan Suap Impor dan Cukai di DJBC, Pengamat Nilai Ada Indikasi 'Kebocoran Sistemik'

Jum'at, 17 April 2026 | 17:40 WIB
header img
Diskusi Nasional di Universitas Pakuan, Bogor, menghadirkan para pengamat dan praktisi hukum dengan tema utama "Menguji Keberanian KPK Membongkar Mafia Bea Cukai: dari OTT Menuju Pembersihan Sistemik dan Penyelamatan PNBP Negara. (Foto : iNewsBogor.id/FM)

“Penggunaan lokasi khusus seperti itu biasanya menunjukkan adanya perencanaan dan pembagian peran. Artinya ini bukan kejadian spontan,” katanya.

Sejumlah pihak juga menyoroti adanya penurunan pada beberapa komponen penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai dalam periode tertentu.

Meski demikian, pengamat mengingatkan bahwa data tersebut perlu dianalisis secara menyeluruh karena bisa dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan kebijakan fiskal.

Sementara itu Dr. Dinalara D Butar Butar, praktisi hukum yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor menilai publik memiliki ekspektasi tinggi pada KPK. Publik kini menaruh harapan besar kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar permasalahan. Oleh karena itu penanganan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja.

“Kalau hanya berhenti di beberapa orang, maka pola lama bisa muncul kembali. Yang dibutuhkan adalah pembenahan sistem, bukan sekadar penindakan,” tegasnya.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut