Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Matematika Tak Lagi Menakutkan, Metode Edu-Games Digital Ubah Cara Belajar Anak Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Revisi UU Perlindungan Konsumen Diabaikan, YPKIM: Masyarakat Kian Rentan di Era Digital

Selasa, 21 April 2026 | 21:12 WIB
  • author Furqon Munawar
Revisi UU Perlindungan Konsumen Diabaikan, YPKIM: Masyarakat Kian Rentan di Era Digital
Pendiri Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia Maju (YPKIM) dan Mantan Komisioner BPKN, Dr Rolas Sitinjak (IST)

Menurutnya, negara terkesan tidak hadir secara optimal dalam melindungi konsumen. Ia menyoroti lemahnya kewenangan lembaga seperti BPKN serta tidak optimalnya peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di berbagai daerah.

“BPKN tidak diberi kewenangan kuat, BPSK banyak yang tidak berjalan efektif, dan anggaran perlindungan konsumen terus menurun. Akhirnya, masyarakat berjuang sendiri menghadapi pelaku usaha besar,” tegasnya.

Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026, RUU Perlindungan Konsumen hanya berada di urutan ke-11 tanpa kejelasan jadwal pembahasan. Hal ini dinilai sebagai bukti lemahnya komitmen pemerintah dan DPR.

“Ini menunjukkan tidak adanya political will yang serius. Padahal ini satu-satunya payung hukum yang melindungi seluruh rakyat Indonesia sebagai konsumen,” ungkap Rolas.

Ia juga mengkritik arah draf revisi yang dinilai justru berpotensi melemahkan perlindungan konsumen. “Alih-alih memperkuat, justru ada indikasi pengurangan kewenangan lembaga dan hak konsumen. Ini kontradiksi yang berbahaya jika dibiarkan,” ujarnya.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut