Inovasi Hotel di Bogor, Linen Tak Terpakai Diubah Jadi Produk Kreatif Karya Penyandang Disabilitas
BOGOR, iNewsBogor.id — ibis Styles Bogor Pajajaran menjalin kolaborasi strategis dengan KADITA (Karya Disabilitas Terampil) untuk mengolah linen hotel yang sudah tidak terpakai menjadi produk bernilai guna. Inisiatif ini menitikberatkan pada prinsip keberlanjutan sekaligus pemberdayaan penyandang disabilitas.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan pihak hotel. Linen bekas pakai yang telah melalui proses seleksi kemudian diolah kembali oleh anggota KADITA menjadi berbagai produk, seperti pouch dan tote bag, yang dapat dimanfaatkan sebagai souvenir hotel.
Program ini tidak hanya bertujuan menekan limbah tekstil dari industri perhotelan, tetapi juga membuka ruang ekonomi yang lebih inklusif bagi kelompok disabilitas. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk integrasi antara kepedulian lingkungan dan pemberdayaan sosial dalam praktik operasional sehari-hari.
General Manager ibis Styles Bogor Pajajaran, Joanne F. Wullur, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan manfaat ganda.
“Melalui program ini, kami berupaya memberi nilai lebih pada material yang sudah tidak terpakai, sekaligus membuka akses peluang ekonomi yang inklusif bagi individu dengan beragam kemampuan. Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara soal lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat berkontribusi pada masyarakat secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan KADITA (Karya Disabilitas Terampil) menyampaikan bahwa kolaborasi ini membawa dampak signifikan bagi para anggotanya.
“Kami merasakan manfaat langsung dari program ini, mulai dari peningkatan keterampilan hingga terbukanya peluang penghasilan yang mendukung kemandirian. Kolaborasi seperti ini menjadi kesempatan penting bagi kami untuk terus berkembang dan menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga mampu menghasilkan karya yang bernilai,” ungkapnya.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen Accor sebagai induk jaringan hotel dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan dan inklusif. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, program ini diharapkan dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga dampak positif yang dihasilkan—baik bagi lingkungan maupun komunitas—dapat semakin luas dan berkelanjutan.
Editor: Ifan Jafar Siddik