Pemkot Bogor Dampingi 88 UMKM Naik Kelas, Bidik Pasar Global dan Perkuat Digitalisasi
BOGOR, iNewsBogor.id – Pemerintah Kota Bogor resmi menggerakkan program “UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026” sebagai upaya memperkuat daya saing pelaku usaha lokal melalui peningkatan kapasitas bisnis, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar internasional.
Program tersebut diawali dengan kegiatan kick off yang mempertemukan puluhan pelaku UMKM terpilih bersama pemerintah daerah, sektor perbankan, dan lembaga perlindungan tenaga kerja. Sebanyak 88 UMKM akan mengikuti proses pendampingan intensif selama empat bulan, mulai Mei hingga Agustus 2026.
Dalam program ini, para peserta akan mendapatkan pembinaan terkait peningkatan omzet, penguatan branding, transformasi digital, pengelolaan usaha, hingga strategi menembus pasar global.
Proses pendampingan dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari satu koordinator pendamping, Natali, serta dua coach pendamping, Rosalina Anggraeni dan Abu Ubaidah. Ketiganya bertugas mendampingi peserta dalam proses pengembangan usaha secara berkelanjutan selama program berlangsung.
Selain pendampingan bisnis, kegiatan ini juga menggandeng Bank BNI KC Tanjung Priok untuk membantu pembukaan rekening dan aktivasi QRIS bagi sekitar 100 pelaku UMKM. Sementara BPJS Ketenagakerjaan memberikan edukasi serta perlindungan keselamatan kerja bagi pelaku usaha dan pekerjanya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor, Rahmat Hidayat, mengatakan UMKM telah terbukti menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, terutama saat menghadapi masa-masa sulit dan krisis ekonomi.
“UMKM ini penopang di masa krisis, jadi UMKM harus didukung,” kata Rahmat Hidayat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Moch. Danny Fulton, menekankan pentingnya membangun jejaring usaha sebagai salah satu kunci pertumbuhan UMKM.
Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga harus aktif membangun kolaborasi dan memperluas jaringan bisnis.
“Penting membangun network sesama UMKM dan juga dengan Allah, jangan lupa sedekah,” ujar Danny.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendamping UMKM yang tetap aktif membantu pelaku usaha berkembang meskipun memiliki keterbatasan fasilitas dan dukungan operasional.
Danny secara khusus menyebut peran koordinator dan coach pendamping yang terlibat dalam program ini, yakni Natali, Rosalina Anggraeni, dan Abu Ubaidah. Menurutnya, keberadaan para pendamping memiliki kontribusi besar dalam memperkuat koneksi bisnis serta memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha di lapangan.
“Para koordinator dan pendamping walaupun gajinya kecil tetapi mereka mau bekerja membangun UMKM karena bisa membangun jaringan juga. Di Kota Bogor ada Natali, Abu Ubaidah, dan Rosalina Anggraeni,” katanya.
Danny menilai para peserta yang lolos dalam program UMKM Naik Kelas 2026 harus memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal karena tidak semua pelaku usaha memperoleh akses pembinaan intensif dari pemerintah.
“UMKM harus bangga gabung ke program ini karena didampingi untuk bertumbuh,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyoroti pentingnya peningkatan kualitas produk UMKM, terutama pada sektor makanan dan minuman yang kini menghadapi perubahan tren konsumsi masyarakat.
Menurut Dedie, konsumen saat ini semakin memperhatikan aspek kesehatan, termasuk memilih produk dengan kandungan gula yang lebih rendah. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian pelaku usaha agar mampu mengikuti kebutuhan pasar.
Ia menilai meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes dan gangguan jantung membuat masyarakat lebih selektif dalam memilih produk konsumsi.
Karena itu, UMKM didorong tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga memperhatikan kualitas, higienitas, dan standar kesehatan produknya.
Dedie menegaskan pemerintah daerah akan terus hadir membantu UMKM agar mampu berkembang lebih besar dan memiliki akses pasar yang lebih luas hingga tingkat internasional.
“Salah satu caranya dengan mendirikan sentra UMKM di setiap kota dan membantu UMKM untuk go international seperti ke Korea, Jepang, dan Thailand,” ujar Dedie.
Melalui program UMKM Naik Kelas 2026, Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap lahir lebih banyak pelaku usaha yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan digital, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Editor : Ifan Jafar Siddik