Menanti Juara Sejati di GOR Laga Tangkas: Saat Gemuruh Final IBL 2026 Merindukan Keadilan di Lapanga
Pada partai final ini, IBL sebenarnya telah meramu format pengadil yang megah: dua wasit asing berlisensi FIBA digandengkan dengan satu wasit lokal. Di Game 3 lalu, trio Urushima (Jepang), Alhejaili (Arab Saudi), serta wasit senior Indonesia, Budi Marfan, berdiri sebagai pengambil keputusan.
Kendati demikian, atmosfer pertandingan tetap saja diwarnai riak emosi. Penonton di tribun sempat dibuat mengernyitkan dahi saat bangku cadangan Bogor Hornbills dijatuhi technical foul. Ketegangan kian memuncak saat insiden gerakan hook Travin Thibodeaux terhadap senter Pelita Jaya, Jeff Withey, terjadi. Peluit awal hanya menyatakannya sebagai personal foul biasa. Namun, jalannya takdir berubah setelah pelatih Pelita Jaya, Dave Singleton, melayangkan Coach’s Challenge.
Setelah mengamati layar monitor, status pelanggaran pun dinaikkan menjadi unsportsmanlike foul.
Berdasarkan lembaran Official Basketball Rules FIBA dan regulasi IBL, kontak berlebihan seperti itu memang berada di wilayah abu-abu—bisa berujung pada disqualifying foul tergantung visi sang wasit malam itu. Di sisi lain, regulasi kompetisi sejatinya tetap membuka ruang bagi liga untuk mengevaluasi rekaman pasca-laga guna menjatuhkan sanksi lanjutan demi marwah pertandingan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar