Pasar Respons Positif, Guru Besar Unas Nilai Pergantian Menkeu Langkah Tepat
Karena itu, dia memandang pembangunan yang dimulai dari masyarakat lapisan bawah atau “dari pinggir” sebagai salah satu arah yang positif. Penguatan koperasi, menurutnya, dapat menjadi instrumen untuk mendorong paradigma tersebut.
“Pembangunan itu harus dari pinggir. Kalau diimplementasikan melalui koperasi, sebenarnya arahnya ke sana. Pertumbuhan ekonomi itu dari pinggir betul-betul dirasakan oleh masyarakat bawah, baru ke tengah dan mengarah ke pusat,” jelasnya.
Prof Edi juga menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki semangat yang sejalan dengan pemberdayaan masyarakat tingkat bawah, termasuk petani dan masyarakat desa. Namun, implementasinya masih perlu disempurnakan agar tujuan awal program dapat tercapai secara optimal.
“Awalnya MBG juga seperti itu, ingin memberdayakan masyarakat desa, petani, dan lain-lain. Dalam praktiknya memang masih ada yang perlu disempurnakan,” katanya.
Menurut dia, pendekatan tersebut juga menjadi upaya mengoreksi keterbatasan teori trickle-down effect, yakni gagasan bahwa pertumbuhan ekonomi secara otomatis akan memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat.
Editor: Suriya Mohamad Said