Bukan Cuma Rimba Hijau, Kebun Raya Bogor Jadi Sasar Gelanggang Silat Tradisi
Festival tersebut juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari prausia dini, usia dini, praremaja, remaja, dewasa, pembina, hingga sesepuh.
Adapun kategori yang dipertandingkan mencakup tunggal, ganda, regu, dan cerita pencak silat.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa keberlangsungan pencak silat tidak hanya bergantung pada kompetisi, tetapi juga pada proses regenerasi. Pesilat muda mendapat kesempatan mempelajari tradisi, sementara generasi senior dapat meneruskan pengalaman dan nilai-nilai pencak silat kepada generasi berikutnya.
Semangat persaudaraan dan persatuan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan melalui Prasetya Pesilat Indonesia, yang menekankan kecintaan terhadap bangsa dan tanah air serta nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan.
Pemilihan Kebun Raya Bogor sebagai lokasi kegiatan memberikan konteks tersendiri. Kebun Raya Bogor yang didirikan pada 18 Mei 1817 memiliki sejarah panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan, dan konservasi tumbuhan di Indonesia.
Editor: Ifan Jafar Siddik