Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Depan Istana, Tuntut Perubahan Ketenagakerjaan

Alpin Pulungan
Ribuan buruh dari berbagai kota di Jabodetabek dan Banten turun ke jalan untuk menggelar aksi May Day di sekitar kawasan Istana. Foto: MPI

JAKARTA, iNewsBogor.id - Ribuan buruh dari berbagai kota di Jabodetabek dan Banten turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Istana Presiden, Jakarta Pusat, dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Rabu (1/5) ini.

"Kita akan mengerahkan massa sampai estimasinya mencapai 48.200. Aksi akan dilakukan jam 10 pagi di Patung Kuda. Kita akan melakukan aksi besar dan damai," ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani kepada wartawan.

Andi menegaskan bahwa terdapat empat tuntutan utama yang dibawa massa buruh. Pertama, mencabut klaster ketenagakerjaan di omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Kedua, menolak upah murah. Ketiga, menolak outsourcing, dan keempat, meminta perlindungan buruh migran.

"Sementara itu, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyoroti kebijakan kontrak yang bisa dilakukan berulang-ulang, bahkan bisa hingga 100 kali. Selanjutnya, kata dia, buruh juga menolak pesangon yang murah," ujar dia.

Menurut Said, dalam aturan sebelumnya, seorang buruh bisa mendapatkan dua kali pesangon ketika kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, saat ini hanya mendapatkan 0,5 kali.

Dia juga menambahkan bahwa Partai Buruh menolak aturan yang memudahkan perusahaan untuk melakukan PHK dan menolak aturan terkait tenaga kerja asing.

Editor : Furqon Munawar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network