Sarasehan ini menghadirkan pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah luar Jawa, industri swasta, organisasi peternak, hingga pelaku inovasi digital. Pembahasan difokuskan pada arah penggunaan anggaran, dampaknya terhadap rantai pasok, kesejahteraan peternak, serta mitigasi risiko teknis dan pasar.
Ketua BKT Peternakan PII, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi peluang integrasi peternakan sapi berbasis anggaran Rp4,8 triliun.
“Selain mengurai tantangan struktural, kami juga menyusun rekomendasi kebijakan, investasi, dan penguatan kelembagaan peternak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan peternak menjadi kunci agar pemanfaatan anggaran negara dapat berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan peternak.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
