BOGOR, iNewsBogor.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyampaian perubahan anggaran tahun berjalan serta rencana pembangunan Desa untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Babakan, Rabu (14/1/2026).
Musdes dihadiri Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, para kepala dusun, bidan dan perawat desa, ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga unsur Satpol PP. Kehadiran lintas elemen ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Kepala Desa Babakan, Suwardi Wadin, dalam sambutannya menyampaikan laporan pelaksanaan program serta penggunaan anggaran desa selama tahun berjalan. Ia juga memaparkan capaian pembangunan, sejumlah kendala yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut untuk meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan desa ke depan.
“Musyawarah Desa ini menjadi sarana bagi pemerintah desa untuk menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Suwardi.
Menurutnya, keterbukaan informasi dan partisipasi warga menjadi kunci dalam menyusun kebijakan pembangunan desa yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dalam forum Musdes tersebut, Kepala Desa juga memaparkan perubahan anggaran desa, khususnya terkait bantuan keuangan (Bankeu) APBDes yang semula sebesar Rp1 miliar, mengalami perubahan menjadi Rp1,5 miliar.
Adapun alokasi anggaran perubahan tersebut mencakup kegiatan infrastruktur dan non-infrastruktur. Untuk sektor infrastruktur, anggaran sebesar Rp900 juta dialokasikan untuk kegiatan betonisasi Jalan Desa Kampung Dungusbiuk–Kampung Cisampih dengan volume pekerjaan sepanjang 840 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter.
Sementara itu, pada sektor non-infrastruktur, sejumlah program yang dipaparkan antara lain:
Dukungan program ketenagakerjaan bagi pekerja rentan untuk 250 orang sebesar Rp50,4 juta
Program Desa Siaga TBC sebesar Rp170,34 juta
Program 1 Sarjana 1 Desa sebesar Rp10 juta per semester
Pengelolaan sampah skala desa sebesar Rp210,844 juta
Program gerakan pangan murah sebesar Rp22,416 juta
Pemberdayaan lembaga kemasyarakatan desa sebesar Rp30 juta
Digitalisasi data desa sebesar Rp36 juta
Selain itu, Musdes juga membahas skema prioritas penggunaan Dana Desa, di antaranya untuk program KDMP, Bantuan Langsung Tunai (BLT) maksimal 15 persen, ketahanan pangan 20 persen, penanganan stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta operasional Dana Desa sebesar 3 persen.
Musyawarah berlangsung tertib dan partisipatif. Peserta Musdes diberi ruang untuk menyampaikan masukan, saran, dan tanggapan terhadap perubahan anggaran dan program pembangunan desa yang direncanakan pada 2026.
Beberapa peserta menilai forum Musdes penting sebagai wadah aspirasi masyarakat agar kebijakan desa benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. Pemerintah desa pun berkomitmen menampung setiap masukan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program.
Melalui Musdes ini, Pemdes Babakan berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
