10 Hari Awal, Pertengahan, dan Akhir Ramadhan: Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Furqon Munawar
Ucapan selamat menunaikan Ibadah Ramadhan 1447 Hijriyah mulai banyak didengungkan berbagai kalangan. (Foto : Freepik/IST)

BOGOR, iNewBogor.id - Bulan Ramadhan bujan sekadar momentum ibadah ritual, tetapi juga proses pembinaan spiritual yang berlangsung secara bertahap. Dalam khazanah keilmuan Islam, Ramadhan sering dipahami terbagi menjadi tiga fase utama, yakni 10 hari pertama sebagai fase rahmat, 10 hari pertengahan sebagai fase maghfirah (ampunan), dan 10 hari terakhir sebagai fase pembebasan dari api neraka.

Pembagian ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman: “Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka,”

Hadis ini menjadi dasar pemahaman bahwa Ramadhan menghadirkan tahapan peningkatan spiritual bagi umat Islam.

10 Hari Pertama Ramadhan: Fase Rahmat

Pada 10 hari pertama, umat Islam diyakini memperoleh limpahan rahmat Allah SWT. Momentum ini ditandai dengan meningkatnya semangat ibadah, seperti salat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, dan sedekah.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Muhammad SAW bersabda bahwa ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Hal ini menunjukkan adanya kemudahan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan sebagai fondasi spiritual menuju fase berikutnya.

10 Hari Pertengahan Ramadhan: Fase Maghfirah

Memasuki pertengahan Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak muhasabah atau evaluasi diri. Fase ini dikenal sebagai masa maghfirah atau ampunan dosa.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Para ulama menilai fase ini sebagai ujian konsistensi ibadah. Setelah semangat awal Ramadhan berlalu, umat Islam dituntut menjaga kualitas ibadah dengan memperbanyak istighfar, doa, serta memperbaiki akhlak.

10 Hari Terakhir Ramadhan: Fase Pembebasan dari Api Neraka

Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi puncak ibadah. Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan ibadahnya dengan menghidupkan malam-malam Ramadhan dan membangunkan keluarganya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Di dalam 10 hari terakhir terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Selain itu, dalam riwayat Imam Tirmidzi disebutkan bahwa Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka pada setiap malam Ramadhan.Umat Islam dianjurkan memperbanyak qiyamul lail, i’tikaf di masjid, memperbanyak doa, serta meningkatkan tilawah Al-Qur’an demi meraih derajat takwa.

Ramadhan sebagai Proses Pembentukan Karakter

Pembagian tiga fase Ramadhan menunjukkan bahwa perjalanan spiritual memiliki tahapan sistematis: dimulai dari rahmat, dilanjutkan dengan ampunan, dan diakhiri dengan pembebasan dari api neraka. Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum pembentukan karakter yang lebih sabar, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

*Ditulis oleh Miftahul Falah, Pengajar Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an PUI Cendekia - Kota Bogor

Editor : Furqon Munawar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network