BOGOR, iNewsBogor.id – 14 Februari 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan menggelar kegiatan bertajuk “Munggahan dan Sarasehan Golok Tahun 2026” sebagai langkah strategis mengawal Golok Nusantara menuju pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) oleh UNESCO.
Kegiatan yang berlangsung di Bogor ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi golok sebagai simbol kedaulatan, identitas, dan kearifan lokal masyarakat Nusantara. Selain tradisi Munggahan, acara juga diisi dengan sarasehan budaya serta peluncuran platform digital Siliwangi Digital Collection.
Rektor Universitas Pakuan, Didik Notosudjono, menegaskan bahwa golok bukan sekadar senjata tradisional, melainkan representasi nilai filosofis dan ketangguhan bangsa.
Ragam jenis dan bentuk golok berasal dari berbagai daerah kasepuhan tutur dipamerkan dalam Sarasehan Golok Nusantara 2025 di Graha Siliwangi, Universitas Pakuan, Bogor. (Foto : iNewsBogor.id/FM)
“Golok bukanlah sekadar senjata tajam. Ia adalah manifestasi nilai filosofis, estetika, dan ketangguhan bangsa Indonesia. Sebagai institusi pendidikan yang berakar di tanah Pajajaran, Universitas Pakuan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi benteng pertahanan budaya,” ujarnya.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
