BOGOR, iNewsBogor.id - Di sebuah sudut kota di Sukabumi, seorang perempuan menjalani hari seperti kebanyakan orang lain. Pagi dimulai lebih cepat dari matahari. Seragam kerja dikenakan, senyum disiapkan, dan langkah diarahkan menuju tempat ia mengabdi—ruang kecil tempat tangis pertama bayi sering kali terdengar.
Profesi sebagai tenaga kesehatan membuatnya akrab dengan harapan. Ia membantu kehidupan hadir ke dunia, menenangkan kecemasan para ibu, dan menjadi sosok yang dipercaya banyak keluarga. Dari luar, hidupnya tampak utuh: pekerjaan tetap, suami, serta seorang putri kecil yang menunggu di rumah.
Namun kehidupan manusia jarang sesederhana yang terlihat.
Ketika malam turun dan kesibukan mereda, dunia lain perlahan terbuka melalui layar ponsel. Di ruang digital yang sunyi itu, percakapan-percakapan baru muncul—ringan, cepat, tanpa beban masa lalu. Aplikasi pencarian jodoh, yang bagi sebagian orang adalah jalan menemukan pasangan, bagi sebagian lainnya menjadi ruang berbagi cerita yang tak sempat terucap di dunia nyata.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
