BOGOR, iNewsBogor.id – Ajang bergengsi pencinta ikan koi bertajuk Indonesia Japan Koi Dealer (IJKD) 2026-2027 resmi diluncurkan pada Sabtu, (18/4/2026) di kawasan Belanova Sentul. Mengusung tema, Year of Koi Combat, event ini menandai semangat kompetisi sekaligus kolaborasi antar pelaku industri koi nasional dan internasional.
Peluncuran IJKD 2026-2027 dihadiri sejumlah tokoh penting di dunia koi Indonesia, di antaranya Sugiyarto Budiono, Ivo Tandi, Arinda Casni, Soralokita, serta Rekso yang dikenal sebagai pendatang baru dengan potensi besar dan perwakilan dari 25 dealer se Indonesia.
Sebanyak 25 dealer koi dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tahun ini. Seluruh peserta menyatakan kesiapan mereka untuk tampil maksimal dalam kontes yang akan menjadi salah satu barometer kualitas koi di Indonesia.
Ketua panitia, Arinda Casni, menegaskan bahwa IJKD 2026-2027 bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah untuk memperkuat ekosistem industri koi nasional.
“Event ini didesain sejak awal untuk membesarkan industri koi Indonesia, melibatkan seluruh stakeholder, dari breeder hingga dealer,” ujarnya.
Partisipasi internasional turut meramaikan ajang ini. Salah satunya peserta asal Singapura, Ko Aseng, yang menargetkan prestasi juara di IJKD tahun ini.
“Event ini terasa kekeluargaan, itu alasan kami ikut. Tapi tentu kami juga punya target prestasi,” katanya.
Sementara itu, Vicky Begeng dari 2Brothers Koi berharap IJKD 2026-2027 menjadi kompetisi yang lebih bergengsi.
“Kompetisi bukan sekadar menang atau kalah, tapi bagaimana kualitas koi terus meningkat,” ungkapnya.
Dealer lain mengaku telah melakukan pembenahan besar setelah dua tahun bertahan dari zona degradasi. Tahun ini, mereka menargetkan tampil lebih siap dengan strategi yang matang.
Di sisi lain, Yamagen Koi Center telah memastikan kesiapan ikan dan proses pendaftaran untuk mengikuti seluruh rangkaian kompetisi hingga puncak acara pada November mendatang.
Perhelatan IJKD 2026-2027 mendapat dukungan penuh dari Mega Jumbo Indonesia sebagai sponsor utama.
Marketing Manager Mega Jumbo, Ivo Tandi, menjelaskan bahwa dukungan tidak hanya dalam bentuk sponsorship, tetapi juga penguatan ekosistem melalui digital marketing, penyediaan pakan, hingga pengembangan vitamin ikan.
“Kami ingin membangun ekosistem koi yang mandiri dan terus berkembang di Indonesia,” ujarnya.
Yayasan Ikan Koi Indonesia menegaskan bahwa IJKD merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong industri koi nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Selama ini, Jepang masih menjadi pusat industri ikan hias dunia. Namun Indonesia mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, Indonesia berada di peringkat delapan dunia, sementara Singapura masih mendominasi sebagai pusat pameran ikan hias terbesar di kawasan.
Sejak 2025, dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mulai terlihat, termasuk kebijakan pembatasan impor ikan hias untuk memperkuat pasar domestik.
IJKD merupakan event tahunan yang terus konsisten digelar dengan semangat kemandirian. Selain kontes, rangkaian acara juga mencakup pameran, sosialisasi breeder, hingga lelang koi yang melibatkan dealer terbaik dari seluruh Indonesia.
Dengan tema, Year of Koi Combat, IJKD 2026-2027 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum kebangkitan industri koi nasional menuju pasar global.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
