Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Presiden Prabowo Subianto Justru Turunkan Pupuk Subsidi 20% untuk Petani

Furqon Munawar
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman (menghadap lensa) saat melakukan peninjauan sekaligus berdialog dengan petugas di gudang pupuk. (Foto : Istimewa)

Kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mencakup berbagai jenis pupuk utama yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK, hingga ZA. Pemerintah juga melakukan reformasi distribusi dengan memangkas 145 regulasi melalui Instruksi Presiden agar penyaluran pupuk lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain menjaga biaya produksi di sektor hulu, pemerintah juga memperkuat pendapatan petani di sektor hilir melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Amran menyebut Indonesia kini berada dalam posisi relatif lebih kuat dibanding sejumlah negara Asia Tenggara yang terdampak krisis pupuk, berkat diversifikasi pasokan, penguatan produksi domestik, dan konsistensi subsidi.

“Cadangan beras pemerintah saat ini telah melampaui 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Ini menjadi bantalan kuat menghadapi El Niño maupun ketidakpastian global,” tegas Amran.

Kementan menilai kebijakan ini dapat menurunkan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare per musim tanam, sekaligus memperluas akses pupuk bagi lebih dari 16 juta petani di seluruh Indonesia.

Editor : Furqon Munawar

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network