JAKARTA, iNewsBogor.id - Jaringan Mahasiswa Masyarakat Indonesia Bersatu (JMIB) memberikan catatan dan masukan konstruktif terkait pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
JMIB memandang pentingnya perhatian terhadap aspek tata kelola pemerintahan yang baik, terutama mengenai posisi rangkap jabatan, guna menjaga profesionalitas dan fokus kerja lembaga strategis tersebut.
JMIB menyoroti status Nanik S Deyang yang saat ini juga tercatat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Menurut pandangan organisasi mahasiswa ini, keselarasan jabatan tersebut perlu dikaji kembali agar sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, serta prinsip pencegahan konflik kepentingan sebagaimana semangat Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIII/2025.
Koordinator Nasional JMIB, Kennedy Manik, menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional yang mengemban tugas besar dalam program pemenuhan gizi nasional memerlukan kepemimpinan yang sepenuhnya fokus dan minim dari pembahasan polemik di ruang publik.
"Masyarakat tentu berharap program nasional ini dipimpin oleh figur yang dapat mencurahkan perhatian penuh dan terbebas dari pembahasan rangkap jabatan. Langkah ini penting agar program kerja dapat berjalan optimal tanpa hambatan administratif," ujar Kennedy Manik dalam pesannya Rabu, 3 Juni 2026.
Demi menjaga keberlangsungan dan kredibilitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), JMIB berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mempertimbangkan ruang evaluasi terhadap struktur kepemimpinan tersebut. JMIB menyarankan agar posisi strategis ini diisi oleh figur yang memiliki pemahaman mendalam tentang kelembagaan gizi, rekam jejak yang akuntabel, serta bebas dari potensi benturan kepentingan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
