Suasana sempat memanas ketika sejumlah warga meluapkan kekesalan kepada sopir truk tronton yang nekat melintas. Aksi blokade membuat arus lalu lintas di lokasi sempat terganggu.
Menanggapi tuntutan warga, pihak kontraktor akhirnya melakukan mediasi dan berjanji meningkatkan frekuensi penyiraman jalan selama pekerjaan betonisasi berlangsung.
"Kami akan menambah penyiraman jalan agar debu bisa diminimalkan dan aktivitas proyek tetap berjalan tanpa mengganggu masyarakat," kata Aceng, perwakilan kontraktor.
Setelah dilakukan mediasi, warga akhirnya membuka kembali akses jalan. Meski demikian, mereka mengancam akan kembali melakukan aksi serupa apabila masih ada truk tambang yang melintas selama aktivitas pertambangan belum kembali dibuka secara resmi.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
