Selain membahas program kerja organisasi, Munas V juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam sektor konstruksi, termasuk mendorong penggunaan anggaran yang lebih efektif melalui pengelolaan biaya material dan pelaksanaan proyek yang efisien tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Agusti menambahkan, AKBARINDO terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya GABPEKSI, LPJK, serta Kementerian Pekerjaan Umum, guna memperkuat ekosistem jasa konstruksi yang sehat dan kompetitif.
"Kolaborasi menjadi kunci agar dunia usaha jasa konstruksi dapat terus berkembang. Kami berharap para pelaku usaha konstruksi mampu bertahan menghadapi tantangan industri sekaligus meningkatkan daya saing melalui profesionalisme dan inovasi," katanya.
Melalui Munas V ini, AKBARINDO berharap dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara asosiasi badan usaha, organisasi profesi, dan pemerintah, sektor jasa konstruksi Indonesia diharapkan mampu menjawab tantangan era digital sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
