Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Kebakaran tersebut juga menyebabkan sejumlah santri terdampak asap. Dalam laporan DPKP Kota Bogor disebutkan, beberapa santri dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.
Belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kondisi para santri yang mendapatkan penanganan medis tersebut.
Sementara itu, petugas yang diterjunkan terdiri dari personel Pos Yasmin, Cibuluh, dan Sukasari. Seluruh proses penanganan dilakukan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
“Petugas Yasmin, Cibuluh, dan Sukasari langsung melakukan pemadaman,” tulis laporan tersebut.
Akibat kejadian itu, kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Laporan DPKP Kota Bogor mencatat proses pemadaman berlangsung sekitar 15 menit. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan selama 30 menit.
Penanganan dilakukan secara aman hingga kondisi di lokasi dinyatakan terkendali.
“Situasi akhir aman terkendali,” demikian keterangan DPKP Kota Bogor dalam laporan penanganan kebakaran.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas yang melibatkan api, terutama di lingkungan pesantren dan fasilitas yang dihuni banyak orang.
Api yang awalnya berskala kecil dapat dengan cepat membesar apabila tidak segera dikendalikan. Karena itu, aktivitas bermain api perlu dihindari, sementara lingkungan tempat tinggal maupun fasilitas pendidikan perlu memastikan ketersediaan jalur evakuasi dan alat pemadam yang memadai.
DPKP Kota Bogor juga terus mengimbau masyarakat segera menghubungi layanan pemadam kebakaran apabila melihat kejadian yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Petugas Damkar Kota Bogor memastikan penanganan kebakaran di Pesantren Al Falakiyah Pagentongan telah selesai dan kondisi di lokasi aman serta terkendali.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
