Bagi seorang musyrif, perubahan tersebut bukan sekadar berpindah dari buku ke smartphone. Waktu yang sebelumnya tersita untuk pekerjaan administratif dapat lebih banyak digunakan untuk mendampingi dan berinteraksi dengan santri.
Transformasi digital juga membawa perubahan dari sisi orang tua.Selama anak berada di pesantren, orang tua biasanya harus menunggu laporan atau bertanya kepada pihak pesantren untuk mengetahui perkembangan anak.
Melalui sistem SAKHA, informasi mengenai perkembangan santri dapat diakses melalui portal wali santri. Orang tua dapat melihat berbagai capaian anak, termasuk perkembangan hafalan dan aktivitas ibadah yang telah dicatat oleh pihak pesantren.
Salah satu wali santri KAHF IBS mengaku merasakan manfaat tersebut secara langsung. “Kabar gembira sekali karena KAHF Islamic Boarding School sudah memakai aplikasi SAKHA. Memudahkan kami orang tua di rumah bisa memantau serta mengecek progres kegiatan anak kami, Sultan, hanya melalui HP,” tuturnya.
Ia bahkan dapat melihat perkembangan hafalan anaknya secara lebih terperinci, termasuk capaian hafalan Al-Qur’an, hafalan matan, serta amaliyah sunnah yang telah dikerjakan.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
