“Alhamdulillah, aplikasi SAKHA ini benar-benar membantu sekali,” tambahnya.
Bagi orang tua, informasi tersebut bukan hanya angka atau laporan digital. Di balik satu halaman hafalan yang bertambah, terdapat proses belajar, perjuangan menghafal, kedisiplinan, dan pendampingan yang dilakukan setiap hari.
Teknologi juga menyentuh hal-hal yang sering luput dari perhatian. Digitalisasi di KAHF IBS tidak berhenti pada akademik dan hafalan. Pengelolaan sarana-prasarana hingga kesehatan santri juga mulai terintegrasi dalam sistem.
Perwakilan Tim Sarana dan Prasarana KIBS Teguh mengatakan modul pengaduan sarpras membuat laporan kerusakan dapat dipantau berdasarkan tingkat prioritas.
“Dengan adanya modul pengaduan sarpras di SAKHA Platform, setiap laporan kerusakan fasilitas asrama maupun kelas langsung terpantau skala prioritasnya. Proses penanganan jadi lebih cepat, terstruktur, dan transparan, sehingga fasilitas belajar dan tempat tinggal santri selalu dalam kondisi optimal,” jelasnya.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
