Jejak Air di Balik Kecerdasan Buatan: Tantangan Ekologis di Era Komputasi

Furqon Munawar
Ilustrasi gambar air. (Foto : Istimewa)

Selain persoalan kuantitas, muncul pula masalah kualitas air. Air yang diputar secara terus-menerus dalam sistem pendingin akan mengalami penumpukan kandungan mineral, sehingga sebagian air (blowdown) harus dikeluarkan dan diganti dengan air baru. Air sisa ini memerlukan proses pengelolaan atau pengolahan khusus sebelum dibuang karena memiliki konsentrasi mineral yang lebih tinggi serta dapat mengandung bahan kimia penunjang kinerja sistem pendingin.

Terkait besaran penggunaan air, publik perlu mencermati data secara ilmiah dan tidak terjebak pada narasi simplistis bahwa satu pertanyaan AI pasti menghabiskan satu botol air. Berdasarkan penelitian karya Li et al. (2025) berjudul Making AI Less "Thirsty”" pemrosesan model GPT-3 diperkirakan membutuhkan sekitar 500 mililiter air untuk setiap 10 hingga 50 respons berukuran sedang. Angka kalkulasi ini mencakup penggunaan air untuk pendinginan langsung di pusat data serta penggunaan air tidak langsung pada pembangkit listrik penyuplai energi.

Besaran jejak air (water footprint) ini sangat bervariasi tergantung pada jenis sistem pendingin, kondisi operasional, mikroklimat wilayah, serta penggunaan air daur ulang.

Dampak ekologis utama dari AI timbul akibat efek akumulasi massal. Ketika jutaan individu, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, instansi pemerintah, dan berbagai industri memanfaatkan AI secara terus-menerus, konsumsi air dari pusat data berakumulasi menjadi jumlah yang sangat masif. Hal ini menjadi krusial karena air merupakan sumber daya lokal, di mana dampak penggunaan air di daerah melimpah tentu berbeda secara dramatis bila dibandingkan dengan penggunaan di daerah yang sedang dilanda kekeringan. Oleh karena itu, analisis dampak AI harus mencakup lokasi pengambilan air, kondisi ketersediaan air lokal, rasio penguapan dibanding pengembalian, serta kualitas air buangannya.

Editor : Furqon Munawar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network