Pada 1965, ia membentuk Beat-G. Kecintaannya terhadap musik kemudian berkembang melalui berbagai proyek dan kolaborasi, termasuk Guruh Gipsy.
Swara Mahardhika dan Semangat Mengangkat Budaya Nusantara
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan seni Guruh adalah lahirnya kelompok kesenian Swara Mahardhika pada 1970-an. Melalui kelompok tersebut, Guruh mengembangkan pertunjukan yang mempertemukan musik, tari, kostum, koreografi dan berbagai unsur tradisi Indonesia dengan pendekatan pertunjukan modern.
Gagasan tersebut menjadi salah satu ciri khas karya Guruh: membawa kebudayaan Indonesia ke atas panggung dengan bahasa artistik yang dapat diterima generasi pada zamannya. Ia kemudian menghadirkan berbagai pagelaran besar, termasuk Untukmu Indonesiaku, serta sejumlah karya pertunjukan yang mengusung semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Guruh Gipsy dan Eksperimen Musik
Nama Guruh juga tercatat dalam sejarah perkembangan musik Indonesia melalui proyek Guruh Gipsy. Bersama kelompok Gipsy yang melibatkan sejumlah musisi seperti Keenan Nasution, Gauri Nasution, Chrisye, Tammy Daud, Onan Susilo dan Atut Harahap, Guruh mengeksplorasi pertemuan musik rock dengan unsur musik tradisional Indonesia.
Album Guruh Gipsy kemudian menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan musik eksperimental Indonesia pada era 1970-an. Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa bagi Guruh, tradisi bukan sesuatu yang harus berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Tradisi dapat diolah, dikembangkan dan dipertemukan dengan ekspresi seni baru.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
